Search for Green

Saturday, January 29, 2011

Black Hole Terbesar, 6,6 Miliar Kali Matahari

Lubang hitam ini berukuran cukup besar untuk menelan seluruh sistem tata surya kita.

Lubang hitam di galaksi M87 berukuran 6,6 miliar kali Matahari (tgdaily.com)

VIVAnews - Astronom berhasil melakukan pengukuran terhadap lubang hitam (black hole) terbesar di sistem tata surya tetangga. Diperkirakan, black hole tersebut memiliki bobot yang sama dengan 6,6 miliar bobot matahari.

Melihat ukurannya yang raksasa, lubang hitam yang berada di M87, galaksi berbentuk elips itu bisa menjadi black hole pertama yang bisa ditangkap secara langsung oleh teleskop, bukan ditemukan berdasarkan bukti-bukti yang didapat.

Karl Gebhardt, astronom dari University of Texas, Amerika Serikat yang memimpin tim peneliti menggunakan teleskop Gemini North berukuran diameter 8 meter yang ada di Hawaii. Mereka mengamati pergerakan bintang-bintang di sekitar lubang hitam itu.

Untuk mendapatkan massa lubang hitam secara konklusif, Gebhardt dan timnya perlu memperhitungkan seluruh komponen di galaksi. Termasuk halo gelap – sebuah kawasan yang mengelilingi galaksi yang dipenuhi dengan partikel gelap – lubang hitam dan bintang-bintang.

Gebhardt menggunakan fasilitas Near-Infrared Field Spectograph di teleskop Gemini untuk mengukur kecepatan bintang-bintang saat mereka mengorbit lubang hitam. Optik adaptif kemudian digunakan untuk mengganti secara real time setiap perpindahan di atmosfir yang bisa mengaburkan detail yang dapat ditangkap oleh teleskop di Bumi.

Hasilnya, tim berhasil melacak bintang-bintang pada pusat galaksi M87 dengan akurasi 10 kali lebih baik dibanding sebelumnya.

“Temuan ini hanya bisa dimungkinkan dengan mengombinasikan kelebihan ukuran teleskop dan resolusi spasial pada level yang umumnya hanya diperkenankan untuk digunakan pada fasilitas luar angkasa,” kata Gebhardt, seperti dikutip dari TGDaily, 18 Januari 2011.

Penemuan tersebut juga membuka peluang dimungkinkannya manusia melihat lubang hitam. “Saat ini belum ada bukti langsung bahwa lubang hitam benar-benar ada,” kata Gebhardt. “Saat ini lubang hitam baru bisa disimpulkan,” ucapnya.

Menurut Gebhardt, lubang hitam di M87 sangat raksasa sehingga astronom di masa depan bisa mendeteksi ‘event horizon’ atau sisi terluar, di mana tidak ada apapun yang bisa menghindar darinya. Diperkirakan, event horizon milik lubang hitam M87 berukuran tiga kali lebih besar dibanding orbit planet Pluto. Ukuran ini cukup besar untuk menelan seluruh sistem tata surya kita.

Meski teknologi untuk melihat secara langsung lubang hitam, Gebhardt menyebutkan, di masa depan, astronom juga bisa menggunakan jaringan teleskop sub milimeter di seluruh dunia untuk mencari bayangan dari event horizon pada piringan gas yang mengelilingi lubang hitam M87. (umi)
• VIVAnews

Pemicu Kiamat 2012 Berkurang Satu

Pemicu Kiamat 2012 Berkurang Satu
Bintang ukuran raksasa, Betelgeuse, tidak jadi meledak tahun itu.

Gambar supernova suatu galaksi dari pantauan telekop NASA (AP Photo / NASA)

VIVAnews - Isu tentang kiamat di tahun 2012 masih menjadi topik hangat. Tidak sedikit kelompok yang mengisyaratkan bahwa kiamat benar-benar akan terjadi tahun depan, mulai dari Suku Maya sampai ilmuwan modern.

Segelintir ilmuwan modern mengatakan bahwa kiamat 2012 nanti sedikit banyak dipengaruhi oleh ledakan sebuah bintang berukuran raksasa bernama Betelgeuse. Dan, informasi ini sempat santer terdengar, terutama di kalangan ilmuwan astronomi.

Betelgeuse adalah bintang raksasa yang sekarat. Jika dilihat kondisinya, ia telah mencapai baris akhir usianya dan saat ini sedang bergejolak menciptakan gelembung gas raksasa untuk yang kemudian meledak menjadi supernova satu waktu.

Ukuran Betelgeuse sangat besar dan luar biasa megah, sebab itu ketika ia menjadi supernova diperkirakan akan memporakporandakan galaksi di sekitarnya. Untungnya, drama ini terjadi 640 tahun cahaya di konstelasi Orion. Menurut perhitungan ilmuwan, ledakan supernova tersebut tidak berdampak terlalu besar bagi tata surya.

Betelgeuse adalah selebriti di antara bintang-bintang yang tertangkap oleh lensa para astronom. Layaknya selebriti, ia selalu menjadi bahan pembicaraan kapan saja, karena alasan apa pun, hingga hari ini ia membuat gelombang pesan baru di Twitter yang rata-rata berisi: "Betelgeuse akan meledak! Segera! Mungkin sekitar 2012!"

Sampai akhirnya, muncul sebuah artikel di kantor berita Australian News.com.au. Di tengah-tengah membacanya, Anda akan pikir jurnalis tersebut berhasil membuat artikel terheboh di dekade ini. "NEWS FLASH: Ledakan Betelgeuse akan menjadi peristiwa penting paling sensasional. Ia selalu dibicarakan di tabloid-tabloid beberapa tahun terakhir."

Namun, isu itu semakin pudar sejak muncul penelitian yang mengatakan massa bintang itu menyusut. Tapi, seperti temuan yang ditunjukkan para astronom, susut tersebut bisa menjadi bagian dari siklus alami atau masuk ke fase tidak simetris. Kita tunggu saja waktunya. (umi)
• VIVAnews

Bumi Akan Punya Dua Matahari Selama Seminggu

Betelgeuse, bintang raksasa berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi, sekarat. Ia akan meledak.



Perbandingan Betelgeuse dengan bintang raksasa lain. Pada skala ini ukuran Matahari hanya 1 piksel. (nightsky.ie)
 
 
VIVAnews - Untuk periode beberapa pekan di akhir tahun ini, planet Bumi akan memiliki dua buah “Matahari”. Ini terjadi ketika salah satu bintang paling terang yang biasa hadir di malam hari meledak.

Supernova, atau ledakan bintang itu akan menghadirkan pertunjukan cahaya yang paling terang sejak pertamakali planet Bumi terbentuk.

Menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, cahayanya akan sangat terang sampai-sampai malam akan menjadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.

Sumber cahaya itu adalah Betelgeuse, yang berada di konstelasi Orion, berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi. Bintang merah super raksasa ini sedang menuju akhir hayatnya dan akan meledak.

“Saat ia meledak, ia akan terbakar dengan sangat terang dan Bumi akan tampak seperti memiliki dua buah Matahari,” kata Carter, seperti dikutip dari Daily Mail, 22 Januari 2011.

Namun demikian, belum dapat dipastikan kapan bintang itu akan meledak. “Jika Betelgeuse tidak meledak di akhir tahun ini, bisa jadi bintang itu baru akan meledak beberapa juta tahun ke depan,” ucapnya.
• VIVAnews

Tuesday, January 25, 2011

Crop Circle Sleman, Ulah UFO atau Rekayasa

Crop Circle Sleman, Ulah UFO atau Rekayasa
Warga terkejut muncul crop circle di sawah mereka. Kisah para petani, penjelasan para ahli


Crop Circle di persawahan Berbah, Sleman (VIVAnews.com)

VIVAnews - Desa Jogotirto Berbah, Sleman, Yogyakarta, sontak menjadi begitu populer sejak dua hari belakangan. Kerumunan orang berjejalan datang ke situ.  Mereka rela antre, bersusah payah mendaki perbukitan Gunung Suru. Meski licin dan jalan berbatuan.
Dari atas bukit itulah mereka menonton kehebohan itu,  Sebagian padi di sawah terlihat rubuh sehingga membentuk pola lingkaran-lingkaran teratur. Pola-pola semacam ini memang baru pertama dijumpai di daerah itu, langka pula terjadi di negeri ini.
Peristiwa aneh itu mirip dengan kejadian-kejadian di Inggris, Eropa, maupun Amerika Serikat. Orang-orang biasa menyebutnya: Crop Circle.
Bila Anda penggemar film besutan sutradara berdarah India, M Night Shyamalan, crop circle tentu saja bukan hal asing. Pada film Shymalan berjudul 'Signs' yang dibintangi Mel Gibson itu, crop circle menjadi salah satu adegan yang dikaitkan dengan kehadiran mahluk luar angkasa ke muka bumi.
Swines
Dalam kehidupan nyata, kemunculan crop circle di pelbagai daerah di Inggris dan AS pun selalu saja dihubungkan dengan kehadiran mahluk lain di dunia ini, selain manusia.
Kalangan New Age bahkan mengaitkan crop circle sebagai pesan yang hendak disampaikan oleh Gaia (Dewi Bumi) kepada manusia, sebab bumi sudah dirubung polusi yang menyebabkan pemanasan global.
Kisah Para Petani
Tidak lah menghendakan bila kemudian kemunculan crop circle di Sleman itu  juga cenderung dikait-kaitkan dengan kehadiran mahluk luar angkasa di wilayah yang baru dirundung petaka Merapi itu.
"Isunya ada UFO dan saya penasaran untuk lihat secara langsung," ujar Nindia, warga Dusun Payak, yang ditemui di antara kerumunan orang yang mendaki Gunung Suru.
"Saat berada di tempat itu tanah di situ terasa hangat, kalau dari bentuknya seperti pesawat luar angkasa," kata Edi Winarno, salah seorang warga yang sempat masuk ke lokasi, kepada VIVAnews, Senin 24 Januari 2011.
Menurutnya, pola yang terbentuk itu begitu rapi, Ia tidak mendapat adanya padi yang patah di lokasi itu. Walaupun demikian Edi juga cuma menebak-nebak, juga bertanya-tanya, betulkah pola tersebut berasal dari pendaratan pesawat UFO (unidentified Flying Object), sebagaimana yang ramai dikira banyaj orang.
Edi juga ragum sebab pola tersebut membentang  tepat di bawah jaringan kabel Sutet (saluran tegangan ekstra tinggi), yang sama sekali tidak rusak. "Bagaimana pesawat bisa mendarat ya?" kata dia.
Hingga kini, belum dapat dipastikan siapa pembuat crop circle Sleman yang berdiameter sekitar 60 meter itu. Crop circle Sleman yang membentang di petak-petak sawah milik enam warga setempat itu, diperkirakan muncul pada Sabtu 22 Januari 2011, antara pukul 21.00 sampai 23.00 wib.
Fakhrur Rozi, salah satu pemilik sawah, mengaku ia masih melihat sawahnya baik-baik saja, hingga pukul 16.00. Sementara Mudakhir, peternak sapi yang ronda malam, mengatakan bahwa sampai Maghrib (sekitar pukul 18.00) sawah juga masih utuh.
Bahkan, Wasijo, yang sawahnya bersebelahan dengan sawah Fakhrur Rozi, bersaksi bahwa sampai pukul 21.00, tidak ada hal yang terjadi pada sawah tetangganya itu."Tidak ada orang ataupun yang mencurigakan di sawah yang (kemudian) rubuh itu," kata Wasijo.
Ngadiran, pemilik sawah lain yang turut 'kebagian' pola aneh itu, mengetahui sawahnya rubuh pada Sabtu malam menjelang tengah malam. Awalnya, Ngadiran mengira padinya rubuh karena dilewati hewan besar yang turun dari Merapi.
Namun paginya, setelah melihat foto seorang anak dari pemilik sawah lainnya yang memotret dari ketinggian, ternyata padinya rubuh membentuk pola tertentu.
Basyori, warga lain yang bertempat tinggal di dekat sawah itu, mengaku pada pukul 22.30 WIB mendengarkan suara seperti pesawat dari arah persawahan. "Ini suara apa sih, Bu? Kok kayak pesawat," kata Basyori menirukan pertanyaannya kepada istrinya, saat tengah menonton televisi, malam itu.
Menurut Basyori, suara mirip pesawat itu tidak keras tapi jelas terdengar. Namun Basyori pun tak berusaha mencari tahu lebih jauh. Lalu, apakah mungkin crop circle bisa dibuat dalam tempo hanya dua jam, antara pukul 21.00 sampai 23.00 ini?
Lazimnya Rekayasa Manusia
Menanggapi hal itu, secara tegas astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) rofesor peneliti Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa fenomena itu nyaris mustahil memiliki kaitan dengan UFO.
Sebab, kata Djamal, hingga kini tidak ada bukti ilmiah tentang keberadaan UFO. "Tidak mungkin crop circle disebabkan UFO." Fenomena ini menurutnya tak beda dengan crop circle di banyak negara, yang kebanyakan adalah hasil rekayasa manusia saja.
Hal ini juga dikatakan oleh salah seorang astronom yang juga penulis cerita fiksi ilmiah tersohor Carl Sagan. Salah satu karya terkenal Sagan adalah novel berjudul 'Contact' yang belakangan difilmkan dan dibintangi oleh Jodie Foster.
Dalam sebuah bukunya berjudul Demon-Haunted World: Science as a Candle in the Dark (1997), Sagan berkesimpulan bahwa tidak ada bukti empiris adanya kaitan UFO dengan berbagai kemunculan crop circle.
Menurut pakar crop circle asal AS, Lou Greub, diperkirakan ada 9 ribu - 10 ribu laporan crop circle di seluruh dunia, sejak 1980. 80 persen dari crop circle itu, kata Greub, berasal dari Inggris.

Namun, kata Greub, di Inggris ada kelompok terorganisir yang memang kerjaannya membuat crop circle buatan. Bahkan, setelah dilansirnya film Signs besutan Shyamalan, duo bernama Doug Bower dan Dave Chorley membuat kesaksian bahwa mereka telah membuat crop circle di berbagai ladang sejak 1978.
Dengan bantuan peralatan sederhana: papan dan tali, keduanya bahkan mendemonstrasikan membuat sebuah crop circle hanya dalam satu jam saja.

• VIVAnews

Monday, January 24, 2011

Crop Circle: Dari UFO, Setan, Sampai Tipuan


Ada seorang pembuat crop circle terpaksa mengaku agar tak dituduh selingkuh oleh istrinya.

Crop circle Kastil Barbury (Bizarrebytes.com)

VIVAnews - Crop circle atau pola sirkuler di ladang pertanian, dikabarkan muncul pertama kali di Inggris pada tahun 1647. Kemunculannya dipublikasikan luas di media massa sejak akhir 1970-an. Fenomena ini kebanyakan muncul secara misterius di malam hari.

Crop circle hampir selalu dikaitkan dengan kisah UFO (unidentified flying object), meski faktanya, sebagian besar pola itu terbukti bikinan manusia atau disebabkan faktor alam. Hanya sekitar 20 persen yang hal-ihwalnya masih misterius, hingga kini.

Berikut, sejumlah corp circle dari masa ke masa: 

1647: The Mowing Devil atau 'Setan Pemotong'
Tahun 1647 menandai kemunculan pertama crop circle. Lokasinya di Berkshire, Inggris. Fenomena ini dicatat dalam sebuah pamflet d potongan kayu dan dikenal dengan sebutan 'The Mowing Devil'. Pamflet itu menceritakan seorang petani yang menolak biaya potong gandum yang kelewat, dan mengaku lebih suka menyewa setan. Disebutkan, crop circle yang muncul di tahun 1647 itu kemungkinan hasil karya setan.
The Mowing Devil
1880: Laporan Jurnal Nature
Seseorang bernama Brandon Meland melapor ke Jurnal Nature. Ia mengaku menemukan beberapa pola berbentuk lingkaran raksasa di ladangnya. Ia menduga itu ada kaitannya dengan angin puting-beliung.
1966: Landasan piring terbang di Tully, Australia
Kabar soal keberadaan crop circle sempat mereda selama berpuluh-puluh tahun. Berita soal fenomena aneh itu kembali meledak pada 1966 di Tully, Australia. Seorang petani pisang, George Pedley, mengaku melihat sebuah obyek seperti piring terbang melesat dari kawasan sebuah laguna. Pedley lantas menemukan adanya formasi sirkuler berukuran besar, yang lantas disebut-sebut merupakan area bekas pendaratan piring terbang itu.
Penyelidikan polisi menemukan ada lima formasi serupa di dekat lokasi itu. Disimpulkan, itu adalah akibat 'Willy-willy', badai sirkuler kecil di wilayah tropis.

1978: Crop buatan Bower dan Chorley
Di tahun 1970-an, crop circle mewabah di Inggris dan menarik perhatian media massa dunia. Pada tahun 1978, Doug Bower dan Dave Chorley mulai membuat crop circle di malam hari. Mereka berharap ini akan menarik perhatian media massa. Namun, upaya mereka selalu gagal karena terus disapu angin. Pada tahun 1981, mereka membuat  formasi yang lebih kompleks di Winchester.

Ulah mereka baru terkuak pada tahun 1991 dan mereka pun mengakuinya di hadapan publik. Penyebabnya: Bower harus meyakinkan istrinya bahwa dia sering ke luar malam-malam bukanlah untuk berselingkuh.
Setelah Chorley meninggal mendadak pada 1996, Bower bekerja sendirian membuat corp circle; kali ini demi seni.
Crop buatan Bower dan Chorley

1991: Formasli Kastil Barbury
Formasi crop circle makin kompleks di tahun 1980-an. Crop circle di Kastil Barbury di Wiltshire menunjukkan pola yang jauh lebih rumit. Inilah kali pertama, ada crop circle yang bentuknya tak simeteris dan diklaim merupakan bukti pola matematis alam semesta. Asal-usul crop circle ini masih misterius sampai sekarang.
Crop circle Kastil Barbary

1992: Kompetisi Crop Circle Buckinghamshire
Sebanyak 12 tim mengikuti kompetisi untuk menciptakan tipuan crop circle terbaik demi memperebutkan hadiah sebesar 5.200 poundsterling.

Kerja besar pun dimulai. Ada tim yang bahkan menggunakan helikopter untuk menurunkan pipa dan tangga. Ada juga yang memilih cara sederhana, menggunakan mesin pemotong rumput. Menurut penyelenggara, hasil karya peserta membuktikan bahwa crop circle sekompleks apa pun bisa jadi hanya tipuan manusia.

1992: Pembuat Tipuan Crop Circle Dihukum
Di Hungaria, dua petani muda ambisius untuk kali pertama dihadapkan ke pengadilan gara-gara crop circle. Baru berusia 17 tahun, Gabor Takacs dan Robert Dallos membuat crop circle berukuran besar di ladang gandum di luar Budapest. Tiga bulan kemudian, mereka mengakui ulah itu di televisi. Pemilik ladang yang geram akhirnya menuntut mereka atas kerusakan yang telah mereka akibatkan.

1995: Lahirnya Circlemakers.org
Pada tahun 1995, grup Circlemakers membuat sebuah situs berisi berbagai informasi tentang crop circle, forum diskusi online, bahkan instruksi bagaimana membuat crop circle.
Circlemakers.org
2002: Dokumentasi Discovery Channel
Pada tahun 2002, Discovery Channel meminta lulusan Universitas MIT, Boston, AS, untuk membuat crop circle dan mendokumentasikannya dalam tayangan dokumenter berjudul: “Crop Circles: Mystery In the Fields.” Tujuan acara itu untuk menunjukkan kemunculan pola sirkuler ini bisa jadi cuma sebuah tipu-daya belaka. (Sumber: bizarrebytes.com | kd)

Friday, January 21, 2011

Chernobyl Nuclear Disaster


Nuklir bukan saja berbahaya di saat perang, tapi juga di waktu damai. Dengan alasan sumber energi, bahaya radiasi pun menghantui umat manusia setiap saat.

Pada 26 April 1986, dua ledakan besar menghancurkan reaktor nuklir nomor 4 pada pusat reaktor nuklir Uni Soviet dan memuntahkan radiasi ke udara mengejutkan penduduk Kiev, Ukraina. Yang menurut WHO, ledakan itu ditaksir 200 kali dari radiasi bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Memuntahan potongan inti reaktornya sampai 1500 meter ke langit dan menebarkan awan beracun ke 70 persen daratan eropa. Sedangkan Kelompok pecinta lingkungan Greenpeace menaksir, 160 ribu kilometer persegi tanah terkontaminasi bahan radioaktif.

Tragedi Chernobyl merupakan bencana nuklir terburuk di dunia, yang terjadi sekitar pukul 01.23 pagi waktu Moskwa. Ledakan dan nyala api yang dihasilkannya telah menyebarkan radiasi ke seluruh Benua Eropa. Bencana ini juga mengontaminasi wilayah yang luas di Belarus, Ukraina, dan Rusia.
Fakta menunjukkan lima juta orang di sekitar Chernobyl terkena radiasi. Sekitar 650 ribu diantaranya adalah para buruh yang bertugas membersihkan muntahan ledakan Chernobyl. Dan sekitar 200 ribu dari 650 buruh tersebut, merupakan kelompok kunci beresiko tinggi terpapar radiasi. Mereka berada dalam zona penyingkiran, atau sekitar 30 kilometer dari pusat ledakan Chernobyl.

Jumlah korban yang tewas akibat bencana Chernobyl bervariasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sedikitnya 9.000 orang akan atau telah meninggal dunia akibat terkena radiasi. Sedangkan kelompok Greenpeace memperkirakan jumlah korban tewas yang sebenarnya mencapai 93.000 orang.

Sepuluh tahun kemudian tercatat, 60 ribu buruh pembersih yang kebanyakan berusia 30 tahunan, meninggal dunia. Sementara 30 persen laki-laki pekerja pembersih yang masih hidup menderita impotensi. Jutaan anak-anak yang tetap hidup pasca ledakan merupakan kelompok berisiko tinggi terpapar radiasi. Dokter spesialis penyakit -yang berkaitan dengan tragedi Chernobyl- Natalya Preobrashenskaya bahkan menyatakan, jutaan anak-anak yang lahir di masa mendatang juga akan terkena cemaran radiasi Chernobyl, sesuai prilaku radioaktif yang dipakai sebagai bahan bakar PLTN, jutaan tahun!

Apa saja penyakit yang timbul setelah tragedi Chernobyl?

60 persen anak-anak Ukraina atau sejuta orang lebih menderita kanker gondok, sepuluh persen lainnya yang masih duduk di bangku SD mengalami rusak mental, serta sebagian besar anak-anak Ukraina menderita penyakit tulang. Preobrashenskaya mengatakan, kekebalan tubuh anak-anak Ukraina pun menurun drastis sehingga disebut pula AIDS-Chernobyl.

Penelitian WHO. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan, setelah peristiwa Chernobyl terjadi peningkatan kasus kanker gondok anak, 100 kali dibanding prakecelakaan Chernobyl. Kenyataan lainnya, penduduk Kiev banyak yang terkena kanker paru-paru dan jantung. Dan banyak dokter memperkirakan, dalam waktu mendatang, epidemi berbagai penyakit menular akan meningkat di sekitar lokasi kejadian, dan di kalangan mereka yang terpapar radiasi nuklir.

Penanggulangan dengan terapi kimia normal tidak efektif pada penderita kanker akibat radiasi Chernobyl. Menurut Dr Andrei Butenko dari rumah sakit nomor satu di Kiev, dipastikan kanker gondok ganas yang menimpa anak-anak Ukraina akibat kontaminasi isotop iodium-131, isotop iodium yang radioaktif. Imbasnya, dengan terapi kimia di atas normal, kepala para pasien membotak dan wajah mereka bengkak-bengkak.

Kurang lebih sama juga dialami anak-anak Yunani. Anak-anak di negara tersebut berisiko terkena kanker dua hingga tiga kali akibat Chernobyl. Bahkan, anak-anak Yunani yang terpapar radioaktif ketika masih dalam kandungan ibunya berisiko menderita leukimia 2,6 kali lipat dibanding anak-anak lainnya. Hal ini karena adanya mutasi gen yang diberi nama 11q23. Mutasi gen merupakan imbas lain dari kejamnya radiasi Chernobyl.

Mutasi gen 11q23 ini merupakan salah satu contoh nyata yang berhubungan dengan leukimia pada bayi. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan Sir Alec pada 79 keluarga yang tinggal di Mogilev, Belarus, kawasan yang terkena radiasi tinggi, kurang lebih 300 kilometer dari Chernobyl. Ia meneliti anak-anak di keluarga tersebut yang lahir antara Februari-September 1994. Sebagai perbandingan, ia juga meneliti 105 anak-anak yang tidak terkena radiasi dari Inggris.

Hasilnya, anak-anak Mogilev terbukti mengalami mutasi gen dua kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak di Inggris. Mutasi tersebut jelas diturunkan oleh orang tua mereka, dan secara permanen terkode pada gen anak-anak mereka. Artinya, mutasi tersebut juga akan diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya.

Menurut Sir Alec, mutasi pada keluarga di Mogilev berhubungan dengan tingkatan kontaminasi permukaan oleh caesium 137, sebuah isotop radioaktif. Bahkan ahli genetika dari Akademi Sains Rusia Yuri Dubrova menyatakan, kelompoknya melihat lokasi genetik tertentu yang dikenal dengan nama minisatellites yang mengalami laju mutasi 1000 kali lipat lebih tinggi dibandingkan gen lainnya.

Sementara itu, Robert Baker dari Universitas Teknologi Texas meneliti dua kelompok tikus, yaitu kelompok yang tinggal satu kilometer dari reaktor, dan yang hidup 32 kilometer dari reaktor. Yang diteliti adalah mitokondria DNA (bagian sel yang diturunkan induk betina) pada anak tikus-tikus.

Hasilnya, walau tikus yang hidup dekat reaktor terlihat sehat dan subur, tapi mereka mengalami laju mutasi ratusan kali lebih tinggi dari kondisi normal. "Artinya, lingkungan yang tercemar akibat ledakan Chernobyl memberikan dampak nyata perubahan gen pada mahluk hidup sekitarnya," ulas Robert Baker.

Nada miris terdengar dari mulut peneliti Universitas Texas Austin David Hillis. "Kita sekarang tahu, dampak mutasi akibat kecelakaan nuklir mungkin lebih besar daripada yang diharapkan," komentar Hillis.

Berikut beberapa Sejarah Tragedi Nuklir yang terjadi di Dunia :

1945-1963: Menurut para ilmuwan Soviet, sekitar 10.000 orang terkena radioaktif akibat uji coba nuklir di Semipalatinsk, Kazakhstan.

September 1957: Fasilitas pengolah sampah nuklir di Kytchym, dekat Sverdlovsk, Ural sebelah selatan meledak. Ledakan itu menewaskan lebih dari 100 orang dan 10.000 orang lainnya terpaksa diungsikan.

10 Oktober 1957: Sebuah pabrik yang memproduksi plutonium di Windscale, Inggris, terbakar dan menyebarkan awan radioaktif ke atmosfer. Menurut laporan resmi, lusinan orang terkena kanker radioaktif dan meninggal dunia.

22 Januari 1968: Sebuah pesawat pembom milik AU AS, B-52 jatuh dekat Thule (Greendland) dan menyebarkan 400 gram plutonium-239 yang ada dalam hulu ledak nuklir yang dibawanya.
Agustus 1969: Terjadi bencana serius di kompleks tenaga atom Jiuquan, Cina. Diberitakan sekitar 10 pekerja terkena radiasi.

Januari - Februari 1974, Oktober 1975: Paling tidak tiga orang tewas dalam kecelakaan di pabrik nuklir di St. Petersburg. Tidak diketahui berapa banyak material radioaktif yang lepas.
28 Maret 1979: Sebanyak 140.000 orang terpaksa diungsikan dari tempat tinggalnya ketika terjadi kecelakaan nuklir di Pennsylvania.

Agustus 1979: Sebuah tempat penyimpanan nuklir rahasia di dekat Erwin (Tennesse) bocor dan meracuni 1.000 orang.

Januari - Maret 1981: Empat radioaktif yang ada di pabrik nuklir Tsuruga (Jepang) bocor. Paling sedikit 278 orang terkena radiasi.

26 April 1986: Reaktor empat di pabrik nuklir Ukraina meledak. Dikabarkan 200 orang terkontaminasi dan 32 orang di antaranya meninggal tiga bulan kemudian. Ratusan ribu orang lainnya terpaksa diungsikan.

April 1993: Terjadi ledakan di sebuah pemrosesan ulang nuklir di Tomsk-7, Siberia barat. Akibat ledakan tersebut, gas radioaktif tersebar ke mana-mana, tetapi tidak jelas berapa korbannya.

November 1995: Terjadi lagi kontaminasi serius di pabrik nuklir Chernobyl.

September 1999: The Japanese Science and Technology Agency (STA) mengumumkan bahwa telah terjadi reaksi rantai yang tidak terkendali di instalasi pembiakan uranium di Tokaimura, Jepang, sehingga menyebabkan terjadi kebocoran radiasi sebesar 0.84 millisievert/jam (kurang lebih 10,000 kali dari dosis normal tahunan). Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia ini menyebabkan 1 korban tewas dan 39 orang terkena radiasi.









Italia terkontaminasi dan radiasinya menyebar di sebagian besar wilayah bekas Uni Soviet dan sebagian Eropa bagian utara.

Reruntuhan reaktor 4 Chernobyl
Hanya beberapa bulan setelah kecelakaan itu, reaktor ditutup dengan sebuah selubung beton yang dirancang untuk menyerap radiasi dan menyimpan sisa bahan bakar. Namun, sarkofagus hanya dimaksudkan sebagai solusi sementara dan dirancang untuk bertahan 20-30 tahun.

Chernobyl sarkofagus
Pada saat ini, dua dekade sejak kecelakaan yang menewaskan 31 orang dan membuat 135 ribu lainnya mengungsi itu sudah lewat. Benteng beton itu mulai rapuh akibat pembangunan tergesa-gesa dalam tempo singkat. Kebocoran telah terjadi selama lebih dari 10 tahun terakhir. Jika sarkofagus itu roboh, dikhawatirkan puluhan ton debu radioaktif akan terlepas.



Kota yang ditinggalkan
Untuk mencegah hal itu, Presiden Ukraina Viktor Yushchenko telah meneken kontrak US$ 505 juta atau Rp 4,6 triliun dengan sebuah konsorsium perusahaan konstruksi Prancis, Novarka, Bouygues, dan Vinci. Sebuah kubah baja padat akan menutup seluruh area itu dan menghentikan kebocoran.
Struktur berbentuk kubah itu disebut new safe confinement (NSC), yang dijamin aman dan bisa mengurung semua radioaktif di dalamnya. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu panjangnya 150 meter dan tinggi 105 meter. Sengaja dibuat cukup tinggi agar memudahkan pekerjaan pembongkaran puing reaktor, bahan radioaktif, dan sarkofagus sebelum ditutup untuk selamanya.
Pada acara penandatanganan kontrak, Yushchenko mengungkapkan kelegaannya. “Untuk pertama kalinya, kami bisa berkata dengan jujur kepada bangsa dan komunitas internasional,” kata Yushchenko. “Hari ini jawaban terhadap masalah penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl telah ditemukan.”



“pripyat” chernobyl “image from flickr.com © All rights reserved”

“image from flickr.com © All rights reserved”

“image from flickr.com © All rights reserved”


Saturday, January 15, 2011

Bencana Paling Mematikan dalam Sejarah

Dampak gempa Haiti 12 Desember lalu sungguh dahsyat, 200 ribu penduduk tewas.

Gunung Tambora bidikan NASA (nasa.gov)

VIVAnews - Pada 12 Desember 2010, setahun lalu, gempa dengan kekuatan 7,0 skala Richter mengguncang Haiti. Ini adalah gempa paling dahsyat yang pernah mengguncang negara kepulauan itu dalam 200 tahun.

Episentrum gempa saat itu berada sekitar 16 kilometer selatan Ibu Kota, Port-au-Prince. Meski tak seberapa besar, dampaknya sungguh dahsyat, 200 ribu penduduk Haiti tewas.

Saat alam murka, di situlah terkuak kelemahan manusia. Angin kencang, tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi bisa membunuh ribuan manusia dalam seketika. Seringkali berapa pastinya korban jiwa yang diakibatkan bencana tak pernah diketahui.

Selain itu, tak mungkin membandingkan dampak bencana alam di era modern dan di masa lalu secara pasti. Salah satu alasannya, saat ini jumlah penduduk naik drastis dibanding beberapa abad lalu. Mereka tinggal di daerah-daerah berbahaya, di lereng gunung, dekat perairan. Bencana di masa kini berpotensi membunuh lebih banyak orang.

Seperti dimuat LiveScience.com, berikut adalah bencana yang masuk daftar terburuk sepanjang sejarah.

12 Januari 2010: Gempa Haiti menewaskan 200 ribu jiwa, jumlah pasti korban tidak diketahui. Palang Merah memperkirakan bencana ini mempengaruhi hidup 3 juta orang Haiti.

2 Mei 2008: Jumlah korban tewas akibat Topan Nargis masih belum jelas, tapi diperkirakan mencapai lebih dari 140 ribu orang. Penduduk Myanmar yang tinggal di sekitar persawahan di dataran rendah terjebak, tak tahu ke mana harus lari, lalu tersapu topan.

8 Oktober 2005: Gempa berkekuatan 7.6 SR di Pakistan menewaskan lebih dari 40 ribu orang. Kerusakan dan korban jiwa disebabkan oleh dangkalnya pusat gempa.

Agustus 2005: Badai Katrina menewaskan lebih dari 1.800 orang dan merupakan badai terparah dalam sejarah AS. Ini lebih mematikan dari bencana di negeri Paman Sam dalam beberapa dekade terakhir. Efeknya  terasa hingga saat ini, penduduk New Orleans dan di pesisir masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.

26 Desember 2004: Gempa dengan kekuatan 9.3 Skala Richter mengguncang Samudera Hindia. Gempa dahsyat ini memicu Tsunami yang menewaskan lebih dari 225.000 orang.

1985: Letusan dahsyat Gunung Nevado del Ruiz, Kolombia, menewaskan 25 ribu orang, sebagian besar karena tersapu banjir lahar.

1976: Gempa dengan kekuatan 8 Skala Richter mengguncang Tangshan, Cina, menewaskan 255 ribu hingga 655 ribu jiwa.

1931: Banjir Sungai Kuning diperkirakan telah membunuh 1 juta sampai 3,7 juta manusia. Ada yang tewas tenggelam, terkena penyakit akibat banjir, juga kelaparan. Sungai ini juga pernah meluber dahsyat dan menewaskan korban dengan jumlah yang sama besar.
1815: Letusan Gunung Tambora pada 1815. Diperkirakan 80 ribu orang meninggal karena kelaparan. Petaka juga dirasakan di Eropa dan Amerika Utara. Tahun 1816 dijuluki 'The Year without Summer', tak ada musim panas di tahun  itu.

Letusan Tambora juga mengakibatkan gagal panen di China, Eropa, dan Irlandia. Hujan tanpa henti delama delapan minggu memicu epidemi tifus yang menewaskan 65 ribu orang di Inggris dan Eropa. Kelaparan melumpuhkan di Inggris.

1737: Bencana mengguncang Calcutta, India, menewaskan 300 ribu orang. Awalnya para ilmuwan menduga malapetaka itu diakibatkan gempa bumi, namun belakangan diketahui penyebab bencana itu cenderung mengarah ke angin topan.

1556: Gempa di Shaanzi, Cina menewaskan 830 ribu orang. Tidak ada yang tahu seberapa besar magnitud sebenarnya.

1330-1351: The Black Death atau pandemik penyakit pes disebabkan bakteri Yersinia pestis, diperkirakan menewaskan sekitar 75 juta orang, atau 30 hingga 60 persen populasi Eropa.

1138: Gempa bumi Aleppo, Suriah, menewaskan sekitar 230 ribu orang. Dalam data US Geological Survey (USGS), ini adalah gempa paling mematikan keempat  sepanjang masa.

1500 SM atau lebih: Pulau Stroggli di Mediterrania terhempas. Gelombang Tsunami memusnahkan peradaban Minoan. Area bencana itu saat ini disebut Santorini. Plato menyebutnya situs di mana kota legendaris, Atlantis menghilang. (kd)
• VIVAnews